Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

SUMUTNOMICS.COM | Medan – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Utara menyalurkan hampir satu ton cabai merah langsung dari kelompok petani ke sejumlah pasar di Kota Medan dan sekitarnya, Senin (12/10). Intervensi ini dilakukan untuk menekan harga cabai merah dan daging ayam potong yang sebelumnya melonjak di pasaran.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Sumut Dedi Jaminsyah Putra Harahap mengklaim, intervensi itu berhasil menurunkan harga cabai merah menjadi Rp55.000 per kg dari sebelumnya Rp70.000–Rp80.000 per kg, bahkan lebih di sejumlah lokasi.
Sementara itu, harga daging ayam potong turun menjadi Rp35.000 per kg dari sebelumnya berkisar Rp40.000-Rp 50.000 per kg.
“Hari ini, TPID Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama sejumlah pemangku kepentingan melaksanakan intervensi harga cabai merah dan daging ayam sekaligus memantau perkembangan harga bahan pokok penting lainnya di sejumlah pasar di Kota Medan,” ungkapnya, Senin (12/10).
Menurut Dedi, intervensi dilakukan untuk merespons kenaikan harga kedua komoditas tersebut sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok dan daya beli masyarakat. Intervensi harga dilakukan di sejumlah pasar, yakni Pasar Sukaramai, Pasar Palapa atau Brayan, Pasar Petisah, Pasar Sei Sikambing, Pasar Delitua, Pasar Tanjung Morawa dan Pasar Kampung Lalang.
Adapun intervensi pasar itu melibatkan salah satu BUMD, yakni Perusahaan Daerah Aneka Industri dan Jasa (PD AIJ) Sumut. Direktur Utama PD AIJ Sumut Swangro Lumbanbatu mengatakan, penyaluran cabai merah langsung dari petani menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengendalikan inflasi.
Pasalnya, cabai merah dan daging ayam merupakan komoditas yang turut memberikan andil terhadap inflasi.
“Ini (intervensi) akan terus kami lakukan untuk menjaga daya beli masyarakat lewat kolaborasi aktif dengan pihak-pihak terkait, seperti Disperindag ESDM dan Bank Indonesia,” kata Swangro.
Dia menyebutkan, cabai merah yang disalurkan berasal langsung dari kelompok petani di daerah dengan jumlah hampir satu ton.
Dedi menambahkan, pemantauan dan evaluasi akan terus dilakukan untuk memastikan intervensi berjalan tepat sasaran dan berdampak terhadap stabilisasi harga pangan. Pemantauan harga bahan pokok juga akan dilanjutkan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya Natal dan Tahun Baru pada Desember 2026.
Rahmiyati, pedagang cabai merah yang telah berjualan selama 35 tahun di Pasar Sukaramai, berharap harga cabai tetap stabil agar dapat dijangkau konsumen tanpa merugikan petani maupun pedagang.
“Kami berharap harga ini tetap stabil sehingga semuanya mampu membeli. Petani tidak rugi dan pedagang seperti kami enak menjualnya, masyarakat pun tetap bisa membeli,” ujarnya.
Harapan serupa disampaikan Siti Khadijah, pedagang ayam potong di Pasar Sukaramai. Dia berharap harga ayam potong sebesar Rp35.000 per kg dapat dipertahankan agar pembeli tetap mampu membeli kebutuhan pangan tersebut.
“Mudah-mudahan jangan sifatnya sementara. Kalau sudah mahal, pembeli enggak ada. Kalau Rp35.000 per kg ini sudah standar, tolong jangan sifatnya ini sementara,” ujar Siti.