Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

SUMUTNOMICS.COM | Medan – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Sumut beberapa hari terakhir. Bencana alam yang melanda secara mendadak ini mengakibatkan ratusan rumah rusak dan terendam air, akses jalan terputus, hingga para warga terpaksa mengungsi.
Kabid Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Sri Wahyuni mengungkapkan, dampak cuaca ekstrem tersebar di beberapa kabupaten dan kota. Meliputi Kabupaten Toba, Kota Medan serta Kabupaten Nias.
Di Kabupaten Toba, angin puting beliung menerjang Desa Situa Tua, Kecamatan Sigumpar, dan merusak sedikitnya sembilan rumah warga.
“Peristiwa terjadi diawali angin kencang dengan kondisi curah hujan yang tinggi, mengakibatkan pohon tumbang dan atap rumah warga beterbangan dan rusak,” ujarnya, Selasa (25/8).
Menurut Sri, BPBD telah berkoordinasi dengan Pemkab Toba untuk melakukan penanganan darurat, pembersihan pohon tumbang serta pendataan korban. Sementara di Kota Medan, luapan aliran sungai akibat curah hujan tinggi di area hulu memicu banjir yang merendam dua kelurahan di Kecamatan Medan Maimun, yakni Aur dan Sei Mati.
Sebanyak 803 rumah yang dihuni 3.116 jiwa terdampak dengan ketinggian air berkisar antara 15 hingga 80 sentimeter. Secara keseluruhan, tercatat 812 rumah terdampak bencana di wilayah Sumatera Utara dalam peristiwa ini.
“Tidak ada korban jiwa dan meninggal dunia. Untuk jumlah pengungsi totalnya 50 jiwa,” kata Sri.
Ia menjelaskan, tim BPBD Kota Medan bersama pemerintah setempat telah mengevakuasi warga yang membutuhkan bantuan. Hingga Selasa, genangan air mulai berangsur surut, meski petugas masih bersiaga di lokasi.
Di wilayah Kepulauan Nias, hujan berintensitas tinggi menyebabkan tanah longsor di Dusun 1 Ndruri Gafia, Desa Lasara Tanoseo, Kecamatan Hiliduho. Peristiwa ini mengakibatkan ruas jalan utama terputus total dan mengancam dua unit rumah warga di sekitarnya.
Pemkab Nias saat ini masih melakukan upaya perbaikan dan penanganan darurat di lokasi longsor. BPBD pun telah mengimbau masyarakat setempat untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan.