Masinton Pasaribu Dorong Manajemen Talenta Berbasis Kompetensi

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah mulai memetakan kompetensi dan potensi aparatur sipil negara (ASN) melalui program Profiling ASN atau ProASN. Langkah ini ditujukan untuk membangun manajemen talenta yang lebih objektif dan menempatkan ASN sesuai kompetensi serta integritasnya.

Kegiatan yang digelar Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tapanuli Tengah tersebut dibuka Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu di Laboratorium SMAN 1 Matauli Pandan, Senin (14/9/2026).

Sebanyak 236 ASN mengikuti profiling, terdiri atas pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, pejabat fungsional, dan pelaksana.

Saat membuka kegiatan, Masinton menekankan pentingnya aparatur yang profesional, berintegritas, dan memiliki tanggung jawab terhadap hasil kerja. Menurut dia, peningkatan kompetensi ASN harus bermuara pada pelayanan publik yang lebih baik.

“Inilah bagian dari peningkatan kompetensi aparatur kita. Sehingga kita semua dituntut bekerja dengan penuh tanggung jawab, tepat waktu, dan tepat sasaran. Kerja yang berdampak dan punya hasil serta manfaat nyata ke masyarakat,” tegas Masinton.

Tinggalkan Pola Lama

Masinton mengatakan hasil profiling akan menjadi salah satu dasar Pemkab Tapanuli Tengah dalam menerapkan manajemen talenta secara transparan. Penempatan ASN, menurut dia, harus mempertimbangkan kemampuan, kapasitas, kompetensi, dan integritas, bukan sekadar pertimbangan administratif.

“Jadi kita tinggalkan pola kerja lama yang membuat kita itu tertinggal, kalau pemerintahan pelayanannya bagus, maka akan berdampak pada peningkatan dan kemajuan daerah. Jadi ini yang akan kita lakukan terus-menerus,” ujarnya.

Kepala Kantor Regional VI BKN Medan Janry Haposan U.P. Simanungkalit mengatakan Profiling ASN menjadi bagian penting dalam menyediakan basis data bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan aparatur.

Menurut dia, ProASN tidak hanya memetakan kompetensi dan potensi, tetapi juga kinerja serta literasi digital ASN yang semakin dibutuhkan di tengah perubahan tata kelola pemerintahan.

“Jangan nanti seseorang yang tidak cocok pada tempatnya dipaksakan pada tempat itu. Itu melanggar prinsip menempatkan orang yang tepat, pada tempat yang tepat, pada waktu yang tepat, dan alasannya juga harus tepat. Jadi tidak bisa nanti tanpa berbasis data,” jelas Janry.

Menjadi Dasar Pengembangan Karier

Kepala BKPSDM Tapanuli Tengah Gusni Army Pasaribu mengatakan profiling dilakukan untuk mengetahui kondisi aktual ASN, termasuk kompetensi, kinerja, dan potensi masing-masing aparatur.

Data tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk mendukung manajemen talenta, mulai dari penempatan, promosi, hingga pengembangan karier. Profiling juga menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan pengembangan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan, coaching, maupun mentoring.

Selain itu, program tersebut diarahkan untuk memperkuat penerapan sistem merit dalam pengelolaan kepegawaian di lingkungan Pemkab Tapanuli Tengah.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *