Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara mulai mengembangkan Kawasan Pertanian Terpadu Sijaba di Desa Silaitlait, Kecamatan Siborongborong, sebagai kawasan percontohan pertanian modern. Pengembangan kawasan ini diawali dengan penanaman jagung seluas 10 hektar, Selasa (15/9/2026).
Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Hutabarat mencanangkan Sijaba sebagai showcase pertanian terpadu yang nantinya tidak hanya mengandalkan produksi tanaman pangan, tetapi juga mengintegrasikan peternakan, perikanan, teknologi, dan mekanisasi.
Pencanangan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-81 Kabupaten Tapanuli Utara dengan tema “Pertanian Berkelanjutan, Ekonomi Tapanuli Utara Maju”. Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Tapanuli Utara Deni Parlindungan Lumbantoruan dan jajaran Forkopimda.
Pengembangan Sijaba dilakukan di tengah besarnya peran jagung dalam sektor pertanian Tapanuli Utara. Pada 2024, luas tanam jagung mencapai 24.355 hektar dengan produksi 125.294,10 ton. Setahun kemudian, luas tanam turun menjadi 21.990 hektar, tetapi produksi meningkat menjadi 129.267,04 ton.
Adapun pada 2026, luas tanam jagung diproyeksikan mencapai 23.538 hektar dengan perkiraan produksi 129.692,64 ton.
Data tersebut menunjukkan potensi peningkatan produktivitas masih terbuka, terutama melalui penggunaan teknologi, mekanisasi, perbaikan infrastruktur, serta penguatan kapasitas petani.
Penanaman 10 hektar jagung menjadi tahap awal pengembangan Sijaba. Kawasan tersebut selanjutnya dirancang sebagai ekosistem pertanian terpadu dengan berbagai komoditas unggulan, peternakan, dan perikanan.
Pemerintah daerah juga menyiapkan sejumlah infrastruktur pendukung, seperti jalan usaha tani, irigasi air tanah dalam, saung tani, serta fasilitas lain yang disesuaikan dengan kebutuhan kawasan.
Dengan dukungan tersebut, Sijaba diarahkan tidak sekadar menjadi hamparan produksi, tetapi kawasan yang mempertemukan kegiatan budidaya, teknologi, infrastruktur, dan aktivitas ekonomi petani.
Pengembangan kawasan juga melibatkan Petani Milenial Kabupaten Tapanuli Utara. Keterlibatan generasi muda diharapkan mempercepat adopsi teknologi, mekanisasi, inovasi, dan model usaha baru di sektor pertanian.
Petani milenial tidak hanya ditempatkan sebagai tenaga kerja di lahan, tetapi didorong untuk melihat pertanian sebagai sektor usaha yang memiliki prospek ekonomi.
Pendekatan tersebut menjadi penting di tengah tantangan regenerasi petani. Pertanian membutuhkan generasi baru yang mampu mengelola lahan dengan teknologi sekaligus memahami aspek bisnis, produktivitas, dan pasar.
Dengan konsep tersebut, Sijaba diharapkan berkembang menjadi etalase pertanian Tapanuli Utara sekaligus pusat produksi dan penerapan teknologi yang dapat direplikasi di kawasan lain.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menargetkan pengembangan kawasan dilakukan secara bertahap dengan mengintegrasikan produksi, infrastruktur, sumber daya manusia, teknologi, dan nilai ekonomi.
Dari Sijaba, pemerintah daerah ingin membangun model pertanian yang tidak hanya mengejar peningkatan produksi, tetapi juga menciptakan ekosistem usaha yang lebih produktif dan membuka ruang bagi generasi muda untuk menjadi bagian dari masa depan pertanian Tapanuli Utara.