JICAF 2026 Buka Ruang bagi Talenta Ilustrasi di Berbagai Tahap Perjalanan Kreatif

Industri ilustrasi dan seni kreatif Indonesia terus menemukan ruang baru untuk berkembang. Salah satunya melalui Jakarta Illustration & Creative Arts Fair (JICAF) 2026 yang kembali digelar pada 17 September hingga 4 Oktober 2026.

Tahun ini, JICAF memperluas ruang bagi kreator melalui dua kategori kurasi, yakni SPARKS dan PROFESSIONAL. Keduanya dirancang untuk mengakomodasi kreator pada tahap perjalanan yang berbeda, mulai dari talenta baru dan kreator otodidak hingga ilustrator yang telah berpengalaman secara profesional.

Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana ekosistem ilustrasi tidak lagi berhenti pada persoalan karya dan apresiasi. JICAF berupaya mempertemukan kreator dengan industri, brand, kolektor, serta publik yang lebih luas sehingga karya memiliki peluang untuk berkembang menjadi kolaborasi, produk, maupun pengalaman kreatif.

Fair Director JICAF 2026 Sunny Gho mengatakan proses kurasi menjadi bagian penting untuk memastikan karya yang ditampilkan memiliki karakter dan relevansi dengan perkembangan budaya visual.

“JICAF ingin memastikan karya yang hadir tidak dipilih hanya berdasarkan kualitas visual, tetapi juga karena memiliki suara, keberanian, dan relevansi budaya. Kurasi menjadi penting karena kami ingin menghadirkan karya yang merepresentasikan perkembangan dan dinamika budaya visual saat ini.”

Dua Jalur bagi Kreator

Kategori SPARKS ditujukan bagi kreator baru, termasuk talenta otodidak yang belum masuk ke dunia profesional. Pada kategori ini, pengalaman dan penguasaan teknis bukan menjadi ukuran utama.

Kurator lebih menitikberatkan penilaian pada orisinalitas, insting kreatif, serta potensi artistik yang membuat sebuah karya memiliki karakter dan suara yang berbeda.

Sementara itu, kategori PROFESSIONAL diperuntukkan bagi kreator dengan setidaknya tiga tahun pengalaman profesional. Penilaian lebih diarahkan pada penguasaan teknik, kualitas eksekusi, dan kematangan pendekatan visual.

Perbedaan kedua kategori tersebut bukan untuk menentukan tingkatan kreator, melainkan memberikan konteks penilaian yang sesuai dengan perjalanan masing-masing. SPARKS mencari suara artistik yang mulai tumbuh, sedangkan PROFESSIONAL melihat bagaimana kreator berpengalaman mengembangkan craft dan pendekatan visualnya.

“JICAF ingin menjadi ruang di mana kreator dapat menemukan audiens, membangun koneksi, sekaligus melihat kemungkinan yang lebih luas dari karya mereka. Karena itu, kami tidak hanya melihat apa yang sudah dicapai seorang kreator, tetapi juga potensi dan suara yang bisa mereka bawa dalam perkembangan budaya visual,” tambah Sunny di ARTOTEL Hub Simpang Temu Jakarta saat press conference JICAF 2026.

Ketika Ilustrasi Bertemu Industri

JICAF 2026 juga menghadirkan pameran, workshop, diskusi, dan kolaborasi lintas disiplin. Rangkaian program tersebut dirancang untuk mempertemukan karya ilustrasi dengan publik sekaligus membuka koneksi dengan berbagai sektor industri kreatif.

Salah satu kolaborasi yang menjadi bagian dari JICAF 2026 adalah Disney Jajan, proyek kolaborasi antara Disney Indonesia dan ilustrator lokal yang difasilitasi enMasse selaku penyelenggara JICAF.

Proyek tersebut mengajak ilustrator menghadirkan interpretasi terhadap karakter Disney, khususnya Stitch, melalui perspektif budaya jajanan dan makanan kaki lima khas Indonesia.

Tiga ilustrator, yakni Ykha Amelz, WD Wily, dan Liunic, terlibat dalam proyek tersebut dengan menghadirkan interpretasi terhadap karakter seperti Stitch dan Angel melalui gaya visual masing-masing. Selanjutnya, karya tersebut akan diterjemahkan oleh brand lokal seperti Ebisu ke dalam berbagai produk.

Pengunjung JICAF 2026 akan menjadi salah satu yang pertama di Indonesia yang dapat memperoleh koleksi Disney Jajan.

“Disney Jajan menghadirkan karakter global melalui perspektif lokal. Hasilnya terasa begitu Indonesia, namun tetap relevan dan mudah diterima oleh audiens global. Kami sangat antusias karena koleksi produk pertama Disney Jajan akan diperkenalkan di JICAF 2026, sekaligus menjadi wadah untuk menyoroti kreativitas serta brand-brand lokal Indonesia.” ujar Sunny.

Kolaborasi tersebut menunjukkan semakin terbukanya peluang bagi ilustrasi untuk masuk ke dalam rantai nilai industri kreatif. Karya visual tidak hanya dipajang sebagai artwork, tetapi dapat diterjemahkan menjadi produk dan pengalaman yang memiliki nilai komersial.

Brand Ikut Masuk ke Ekosistem Kreatif

Ekosistem JICAF 2026 turut diperkuat oleh keterlibatan sejumlah brand dari berbagai sektor.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali hadir sebagai banking partner JICAF 2026. Tahun ini, BCA menghadirkan sejumlah program khusus bagi pengunjung, termasuk special opening day offer dan surprise day dengan diskon 10 persen.

Pengunjung juga dapat memperoleh cashback Rp250.000 dengan minimum transaksi Rp1,5 juta menggunakan Cicilan BCA 0 persen dengan tenor tiga atau enam bulan menggunakan Kartu Kredit BCA. Sementara transaksi menggunakan QRIS di myBCA mendapatkan instant cashback Rp50.000 dengan minimum transaksi Rp500.000.

BCA juga menggandeng ilustrator Ykha Amelz untuk menciptakan karya seni yang menginterpretasikan empat fitur unggulan myBCA. Karya tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk special booth dan merchandise eksklusif.

Selain BCA, SIMPATI hadir sebagai Creative Engine Partner JICAF 2026 melalui kolaborasi bersama Fablenaut. Kolaborasi ini akan menghasilkan special art collectible yang dibundel dengan starter pack SIMPATI dalam jumlah terbatas, yakni 100 buah.

Dukungan tersebut sekaligus diarahkan untuk membuka ruang lebih besar bagi industri kreatif, termasuk melalui dukungan terhadap program kreator SPARKS.

JICAF 2026 juga melibatkan VIVERE, DOSS, iForte, dan Melodia sebagai partner dari berbagai bidang. Keterlibatan perusahaan dari sektor furnitur dan interior, fotografi dan imaging, teknologi, hingga musik dan audio memperlihatkan luasnya irisan antara ilustrasi dengan industri kreatif lainnya.

Sementara itu, ATSIRI hadir sebagai Official Aroma JICAF 2026, memberikan pendekatan sensorik dalam pengalaman pengunjung. Kopi Caffino juga berkolaborasi dengan salah satu Official Artist JICAF 2026, Hans Djap.

Dari Kompetisi hingga Mentorship

Kolaborasi dengan brand juga dilakukan melalui program bersama Tehbotol Sosro untuk mendukung perkembangan talenta ilustrasi muda Indonesia.

Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, JICAF memberikan program mentorship kepada para pemenang kompetisi desain Tehbotol Sosro yang sebelumnya digelar secara nasional.

Dari total 29 pemenang, para peserta mendapatkan kesempatan mengembangkan karya bersama praktisi dan seniman visual berpengalaman. Karya mereka juga berpeluang dikembangkan menjadi merchandise yang hadir dalam ekosistem JICAF.

Kolaborasi tersebut turut menghadirkan kemasan Tehbotol Sosro edisi monochrome yang akan diperkenalkan melalui agenda tersendiri.

Model kolaborasi seperti ini memperlihatkan bagaimana kompetisi dan pembinaan talenta dapat berlanjut ke tahap berikutnya. Kreator tidak hanya mendapatkan panggung untuk memperlihatkan karya, tetapi juga memperoleh akses terhadap mentor, brand, dan kemungkinan komersialisasi.

Mempertemukan Kreator, Industri, dan Publik

JICAF 2026 akan menampilkan karya-karya terpilih yang telah melalui proses kurasi. Untuk mendukung proses tersebut, JICAF menghadirkan Board of Curators dari berbagai latar belakang, mulai dari film, desain, ilustrasi, penerbitan, seni, hingga hiburan.

Untuk kategori SPARKS, kurasi melibatkan Adjis Doaibu dan Sherina Munaf. Sementara kategori PROFESSIONAL antara lain dikurasi oleh Hermawan Tanzil, pendiri LeBoYe Graphic Design Studio, dan Dimas Djayadiningrat, sutradara film dan komersial.

Jajaran Board of Curators JICAF 2026 juga mencakup Marchella FP, Hadi Ismanto, Ykha Amelz, Andrey Noelfry, Irvine Priscillia, dan Nicola Schwartz.

Dengan mempertemukan kreator dari berbagai tahap perjalanan dengan brand, industri, kolektor, dan publik, JICAF berupaya membangun ekosistem yang tidak berhenti pada apresiasi karya.

Di tengah pertumbuhan industri kreatif, ilustrasi memiliki peluang untuk bergerak lebih jauh dari sekadar karya visual. Ia dapat menjadi bagian dari produk, identitas brand, pengalaman konsumen, hingga kolaborasi lintas industri.

Melalui JICAF 2026, peluang tersebut coba diperluas—memberikan ruang bagi talenta baru untuk ditemukan sekaligus membuka jalan bagi kreator profesional untuk memperluas pasar dan jejaringnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *