Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengusulkan pembukaan jalur laut dengan pengiriman skala kecil dan berfrekuensi tinggi untuk memperluas ekspor produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ke Malaysia.
Bobby juga mengusulkan subsidi logistik untuk menekan biaya pengiriman. Skema tersebut diharapkan mempercepat perputaran modal sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM Sumatera Utara.
Usulan tersebut disampaikan Bobby saat menerima kunjungan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Dato’ Muzafar Shah Mustafa, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Sabtu (10/10/2026).
Bobby mengatakan, potensi UMKM Sumut cukup besar. Namun, pelaku usaha masih menghadapi kendala sistem pengiriman antarnegara yang mensyaratkan kuantitas besar dalam satu kali pengiriman.
Karena itu, Bobby mendorong pola pengiriman dengan volume lebih kecil, tetapi berlangsung secara rutin. Skema ini diharapkan membantu pelaku UMKM mengirim produk tanpa harus menunggu stok dalam jumlah besar.
“Kita usulkan pengiriman dalam volume yang tidak terlalu besar tetapi lebih sering, misalnya lima hari sekali atau seminggu sekali. Dengan begitu, pelaku UMKM tidak perlu menumpuk stok terlalu lama dan perputaran modal mereka bisa lebih cepat dan dinamis,” ujar Bobby.
Untuk mendukung skema tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyatakan kesiapan memberikan subsidi transportasi laut lintas negara. Kebijakan ini bertujuan menekan biaya logistik produk UMKM lokal.
Bobby menilai kedekatan geografis Sumut dengan Malaysia menjadi modal penting untuk memperkuat perdagangan kedua wilayah.
Menurut dia, waktu tempuh yang relatif singkat menuju Kuala Lumpur dan Penang membuka peluang kerja sama di bidang perdagangan, pengembangan sumber daya manusia, dan kawasan industri.
“Jarak kita sangat dekat, bahkan beberapa daerah di Sumut lebih cepat dijangkau dari Kuala Lumpur dibanding Jakarta. Keunggulan geografis ini harus kita konversikan menjadi peluang ekonomi nyata bagi masyarakat di kedua wilayah,” kata Bobby.
Selain membahas perdagangan, Bobby dan Dato’ Muzafar juga membicarakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak asap lintas negara.
Bobby menyampaikan bahwa kondisi cuaca dan penanganan karhutla di Sumut sepanjang tahun ini relatif baik. Menurut dia, Sumut tidak menyumbangkan asap ke negara tetangga, termasuk Malaysia.
“Alhamdulillah, tahun ini tidak ada kebakaran hutan dan lahan di Sumut yang mengirimkan asap ke Malaysia. Meskipun ada kiriman asap tipis dari daerah lain, curah hujan di Sumut saat ini masih lumayan baik,” jelas Bobby.
Dato’ Muzafar menyambut baik usulan pembukaan jalur laut dan subsidi logistik. Pemerintah Malaysia akan mendiskusikan mekanisme teknis pelaksanaannya, baik dari sisi regulasi maupun kerja sama dengan sektor swasta.
Ia menyebut Sumut sebagai salah satu pintu masuk strategis bagi Malaysia di Indonesia. Dari total perdagangan bilateral Indonesia–Malaysia yang mencapai hampir 26 miliar dollar AS, kontribusi perdagangan Sumut tercatat sekitar 1 miliar hingga 2 miliar dollar AS.
“Sumatera Utara memiliki kepentingan yang sangat besar bagi Malaysia, baik dari aspek perdagangan, perkapalan, hingga pariwisata medis dan pendidikan. Kami menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin sangat baik selama ini,” ungkap Dato’ Muzafar.
Pada akhir pertemuan, Dato’ Muzafar menyampaikan apresiasi atas hubungan dan kerja sama Malaysia dengan Sumut. Ia juga menyatakan kesiapan Malaysia untuk terus berkoordinasi dalam penanganan isu lingkungan regional di kawasan ASEAN.