Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menawarkan peluang investasi kepada Jepang di sektor pengembangan sumber daya manusia (SDM), kelautan dan perikanan, serta pariwisata. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berharap kerja sama tersebut membuka peluang ekonomi baru, terutama melalui pengembangan potensi hasil laut Kepulauan Nias.
Bobby menyampaikan tawaran tersebut saat menerima audiensi Konsul Jenderal Jepang untuk Sumatera Bagian Utara, Furugori Toru, di ruang kerja Gubernur Sumut, Jumat (9/10/2026).
Bobby mengatakan, Sumut terus meningkatkan kualitas tenaga kerja agar dapat memenuhi kebutuhan pasar kerja Jepang. Kerja sama ini juga diharapkan memberi kesempatan kepada pekerja asal Sumut untuk meningkatkan keterampilan dan pengalaman.
“Kami berharap kerja sama untuk pengembangan SDM bisa terus meningkat seiring dengan kebutuhan dari Negara Jepang, dimana Sumatera Utara terus mengembangkan potensi atau meningkatkan kemampuan pekerja kita. Dan bagaimana langkah ini juga menjadi prioritas bagi Jepang,” ungkap Bobby Nasution.
Selain pengembangan tenaga kerja, Bobby melihat sektor kelautan dan perikanan sebagai peluang kerja sama yang menjanjikan. Hasil perikanan dari Kepulauan Nias berpotensi memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional.
Lobster menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian karena memiliki peminat cukup besar.
“Karena itu, jika memungkinkan, kita bisa berdiskusi langsung di lapangan untuk melihat bagaimana potensi yang ada di sana. Karena program prioritas kami di Sumatera Utara salah satunya adalah hasil laut dan perikanan. Bagaimana ini bisa menjadi besar,” ungkap Bobby Nasution.
Konsul Jenderal Jepang Furugori Toru menyebutkan, sejumlah sektor di Sumut berpotensi dikembangkan bersama Jepang. Bidang tersebut meliputi pengembangan SDM, lingkungan, sumber daya energi, dan teknologi pertanian.
Menurut Furugori, pengalaman warga Indonesia yang bekerja di Jepang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja di Tanah Air. Jepang juga memiliki teknologi pengolahan limbah industri dan pertanian yang berpotensi meningkatkan produktivitas.
“Untuk pengembangan SDM, warga Indonesia yang bekerja di Jepang bisa membawa pengalamannya bekerja untuk bisa diterapkan di Indonesia. Juga ada teknologi pengolahan limbah industri. Termasuk teknologi pertanian sehingga bisa meningkatkan produksi,” ungkap Furugori.
Furugori menyampaikan bahwa masa tugasnya di Sumut akan segera berakhir. Ia akan kembali ke Jepang dan meneruskan peluang kerja sama yang telah dibahas kepada pejabat penggantinya.
Sejumlah potensi investasi Sumut juga akan menjadi bahan pembahasan dalam pertemuan di Kedutaan Jepang di Jakarta.
“Saya akan sampaikan ini kepada penerus nantinya yang akan menggantikan saya. Agar kerja sama yang telah terjalin selama ini, bisa ditingkatkan lagi. Saya juga sudah merasakan nikmatnya berada di Sumatera Utara dengan kulinernya yang sangat enak. Saya mohon izin kembali ke Jepang. Selanjutnya penerus saya akan melanjutkan apa yang sudah kita bahas di sini,” ungkap Furugori yang sekaligus berpamitan kepada Bobby Nasution.
Pertemuan tersebut ditutup dengan penyerahan cendera mata dari Bobby kepada Furugori sebagai ungkapan terima kasih dan tanda perpisahan. Pemerintah Provinsi Sumut berharap komunikasi dengan Jepang dapat terus berkembang menjadi kerja sama investasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.