Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memberikan tali asih kepada 13 purna olahragawan berprestasi yang pernah mengharumkan nama Sumut dan Indonesia di tingkat internasional. Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan kontribusi mereka terhadap perkembangan olahraga.
Pemberian tali asih dilakukan Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Senin (14/9/2026).
Sebanyak 13 purna olahragawan menerima apresiasi tersebut, terdiri atas tujuh atlet disabilitas dan enam atlet. Mereka memiliki rekam jejak prestasi di berbagai kompetisi internasional.
Di antaranya terdapat Sutiyono, legenda balap sepeda yang mengoleksi tujuh medali emas SEA Games, serta Lidya S. Titaley dengan empat medali emas. Ada pula Mardi Lestari yang pernah dijuluki manusia tercepat Asia dan petinju Lamhot Simamora yang dikenal dengan rekor tak terkalahkan.
Dari kalangan atlet disabilitas, penerima apresiasi antara lain Azhar Panjaitan yang meraih empat medali emas catur ASEAN Para Games, Ismayuddin Simangunsong dengan satu medali emas catur ASEAN Para Games, serta Rosalina Manurung yang mengoleksi enam medali emas catur ASEAN Para Games dan satu medali emas Asian Para Games.
Penerima lainnya adalah Yuddi Ana dengan satu medali emas tolak peluru ASEAN Para Games, Anto Boy dengan tiga medali emas ASEAN Para Games, serta Nasip Farta Simanja yang meraih 10 medali emas catur ASEAN Para Games.
“Ini salah satu bentuk apresiasi dan penghormatan masyarakat Sumut karena telah mengharumkan nama Sumut dan Indonesia di dunia, menorehkan prestasi yang luar biasa dan keaktifan bapak/ibu sekalian di dunia olahraga,” kata Bobby Nasution usai upacara.
Selain memberikan penghargaan kepada para legenda olahraga, Bobby menilai prestasi atlet perlu ditopang budaya olahraga yang kuat di tengah masyarakat.
Menurut dia, masyarakat yang aktif berolahraga menjadi salah satu fondasi untuk melahirkan atlet berprestasi. Karena itu, pembangunan olahraga perlu dilakukan secara lebih luas, tidak hanya berorientasi pada kompetisi.
“Kita harus ingat, atlet-atlet juara lahir dari masyarakat yang gemar olahraga, karena itu budaya olahraga, prestasi dan industrinya kita harus bangun sebagai satu kesatuan ekosistem,” kata Bobby.
Ekosistem tersebut, lanjut dia, perlu dibangun secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat, atlet, pembina, organisasi olahraga, dan pemangku kepentingan lainnya.
Dengan pendekatan tersebut, olahraga tidak hanya diharapkan menghasilkan prestasi di arena kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi melalui tumbuhnya industri olahraga.
Upacara Haornas ke-43 turut dihadiri Pj Sekdaprov Sumut Timor Tumanggor, Ketua KONI Sumut Hatunggal Siregar, Ketua NPCI Sumut Alan Sastra Ginting, serta Ketua Kormi Muhammad Daffasya Adnan.