Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

SUMUTNOMICS.COM | Padang – Banjir bandang yang melanda Kota Padang, Sumatra Barat, pada Sabtu (10/10) berdampak pada 498 jiwa dan menyebabkan 120 unit rumah terendam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mencatat banjir terjadi di tiga kecamatan setelah hujan deras mengguyur wilayah itu.
Berdasarkan data sementara Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kota Padang hingga Sabtu pukul 22.45 WIB, banjir melanda Kecamatan Kuranji, Koto Tangah dan Nanggalo.
Beberapa kelurahan yang terdampak mencakup Kuranji, Lubuk Minturun, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Tabing Banda Gadang dan Gurun Laweh.
“Berdasarkan data sementara, tercatat sebanyak 498 jiwa terdampak di sejumlah wilayah. Selain itu, sekitar 120 unit rumah terendam banjir,” tulis Pusdalops BPBD Kota Padang dalam akun Instagramnya , Minggu (11/10).
Di Kecamatan Kuranji, BPBD mencatat empat rumah mengalami rusak sedang dan satu rumah rusak berat. Selain itu, akses jalan masyarakat di kawasan Guo, Kecamatan Kuranji, dilaporkan terputus akibat banjir.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton mengatakan, wilayah yang mengalami dampak terparah berada di Kecamatan Kuranji dan Koto Tangah. Di Kuranji, banjir terparah terjadi di kawasan Guo dan Lapau Munggu. Sementara di Koto Tangah, lokasi terdampak parah meliputi Lumin Park dan Kampung Apa.
“Terparah di sana. Memang ada di daerah lain, namun tidak separah lokasi-lokasi itu (Guo Kuranji dan Lumin Park),” katanya.
Banjir bandang juga menyebabkan sejumlah warga terjebak sehingga membutuhkan evakuasi. Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kota Padang, sebanyak 238 warga telah dievakuasi oleh tim SAR gabungan dari sejumlah lokasi terdampak.
Rinciannya, sebanyak 20 jiwa dievakuasi dari Lapau Munggu dan lima jiwa dari Guo, Kelurahan Kuranji. Kemudian, 30 jiwa dievakuasi dari Perumahan Abi di Koto Panjang Ikua Koto dan lima jiwa dari Kampung Apa di kawasan yang sama.
Adapun jumlah warga yang dievakuasi dari Perumahan Lumin Park, Lubuk Minturun, mencapai 178 jiwa. Kawasan perumahan itu sebelumnya juga pernah terdampak bencana serupa pada akhir November 2025.
Selain merendam permukiman, banjir juga mengganggu aktivitas transportasi di berbagai titik. Jalan di kawasan By Pass, tepatnya di depan Rumah Sakit Siti Rahma, tidak dapat dilalui kendaraan karena ketinggian air meningkat.
Kondisi serupa terjadi di depan pemakaman umum Tunggul Hitam. Genangan banjir menyebabkan kendaraan tidak bisa melintas dan memicu kemacetan panjang.
Hendri mengatakan, BPBD Kota Padang memerioritaskan evakuasi warga yang terdampak banjir. Petugas juga melakukan penanganan di sejumlah lokasi yang mengalami genangan dan dampak banjir bandang.
Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan pohon tumbang.
Warga yang tinggal di sekitar sungai, kawasan rawan banjir serta wilayah dengan kondisi tanah labil diminta terus memantau situasi lingkungan. Masyarakat juga diminta segera menjauhi lokasi berbahaya apabila terjadi peningkatan debit air.