37 Pelajar Karo Korban MBG Masuk Rumah Sakit Lagi

Para pelajar di Kabupaten Karo menjalani perawatan usai mengonsumsi makanaan MBG, Kamis (13/8).

SUMUTNOMICS.COM | Medan – Sebanyak 37 siswa SMK Negeri 1 Merdeka, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali menjalani perawatan di rumah sakit. Sebelumnya mereka sempat diperbolehkan pulang setelah dirawat akibat keracunan usai mengonsumsi makanan MBG.

Ketua Tim Pemantau MBG Dinas Pendidikan Sumatera Utara Fauzi Hardiansyah mengatakan, puluhan siswa kembali masuk rumah sakit pada Rabu (16/9) pagi karena masih mengalami keluhan kesehatan.

“Kita sudah koordinasi dengan Kepala Cabang Dinas Wilayah 2, ada 37 orang yang kembali masuk untuk dirawat,” ungkapnya, Rabu (16/9).

Para siswa tersebut kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Ernita, Kabanjahe. Fauzi menyebut kondisi mereka secara umum mulai membaik dibandingkan saat pertama kali mendapat penanganan medis.

Menurut Fauzi, sebagian siswa yang kembali dirawat merupakan mereka yang sebelumnya telah diperbolehkan pulang pada Senin (14/9) malam. Namun, keluhan kesehatan yang masih dirasakan membuat mereka harus kembali mendapat perawatan di rumah sakit.

Dia mengaku pihaknya terus memantau kondisi para siswa melalui koordinasi dengan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II, pihak sekolah dan instansi terkait lain.

Pada Kamis (13/8), ratusan pelajar dari sejumlah sekolah menengah di Kecamatan Berastagi dan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumut, dilarikan ke sejumlah rumah sakit karena keracunan. Jumlah siswa yang menjalani perawatan medis tercatat mencapai 268 orang.

Sebagian besar merupakan siswa SMA Negeri 1 Berastagi sebanyak 204 orang, disusul SMK Swasta Bersama (40 orang), SMA Swasta Bersama (25 orang), serta sejumlah siswa dari SMP Negeri 3 Kabanjahe dan SMP Swasta Bersama.

Insiden keracunan mulai terdeteksi sekitar pukul 13.00 hingga 14.30 WIB, tidak lama setelah para siswa menyantap makanan MBG di sekolah. Mereka mengalami gejala yang bervariasi, mulai dari mual, pusing, muntah, gatal-gatal di area mulut dan kulit, hingga kondisi yang lebih berat seperti sesak napas dan kejang.

Gelombang evakuasi sempat memicu kepanikan di area sekolah. Armada ambulans dari berbagai puskesmas dan dinas kesehatan, bersama kendaraan pribadi warga serta pihak sekolah, silih berganti mengangkut para korban ke fasilitas kesehatan.

Penanganan medis dipusatkan di tiga rumah sakit utama. Yakni RS Amanda Berastagi, RS Efarina Etaham Berastagi, dan RSUD Kabanjahe.

Adapun menu MBG yang dibagikan sebelum insiden terdiri atas nasi, tumis sayur kol dan wortel serta gulai ikan dencis. Dugaan awal keracunan mengarah pada hidangan gulai ikan yang disebut dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Kodim setempat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *