Tekanan MSCI Memudar, Penguatan IHSG dan Rupiah Berpeluang Berlanjut

Ilustrasi.

SUMUTNOMICS.COM | Medan – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat di akhir pekan. Setelah sempat tertekan di sesi pertama, indeks berbalik arah dan ditutup di zona hijau pada Jumat (23/10).

IHSG sempat menyentuh level terendah di 5.366, lalu bangkit hingga mencapai titik tertinggi di 5.455. Indeks akhirnya ditutup naik 0,94% ke level 5.439,258. Penguatan ini melanjutkan tren positif sehari sebelumnya, ketika IHSG juga menghijau meski investor asing mencatat penjualan bersih Rp1,49 triliun.

Pergerakan IHSG sejalan dengan mayoritas bursa saham Asia yang melemah di awal perdagangan, tetapi ditutup menguat. Rupiah pun ikut menguat tipis ke level Rp18.040 per dolar AS.

Analis Pasar dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Gunawan Benjamin menilai rupiah memang punya ruang untuk menguat. Pendorongnya adalah melemahnya indeks dolar AS (USD Index) belakangan ini.

Menurut Gunawan, ancaman MSCI yang akan menurunkan klasifikasi bursa saham Indonesia memang kerap menekan rupiah dan IHSG.

“Namun, kinerja keduanya biasanya membaik dan mampu ditutup di zona positif,” ungkapnya, di Medan, Minggu (25/10).

Tekanan jual asing di pasar saham juga masih bisa diimbangi oleh akumulasi beli yang dominan. Karena itu, pasar keuangan domestik dinilai mampu meredam risiko pembalikan modal pascapengumuman MSCI.

Di pasar komoditas, harga emas dunia menguat ke US$4.022 per ons troy, setara sekitar Rp2,34 juta per gram. Menurut Gunawan, kenaikan ini merupakan pemulihan di tengah minimnya sentimen pasar.

Ia menilai pasar keuangan dan komoditas bergerak stabil sehingga peluang berlanjutnya penguatan IHSG dan rupiah masih terbuka.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *