Niat Menyeberang, Dua Remaja Deli Serdang Hanyut di Sungai Tadukan Raga

Personel SAR sedang melakukan pencarian di sungai Tadukan Raga, Jumat (23/10).

SUMUTNOMICS.COM | Deli Serdang – Sore itu, Kamis (22/10), sekitar pukul 18.00 WIB, Sungai Tadukan Raga di Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, menjadi tempat enam remaja bermain air. Afril, 17, dan Febi, 15, warga Desa Tadukan Raga, mandi bersama empat temannya. Tidak ada yang menduga, keputusan menyeberang sungai akan mengubah sore itu menjadi duka.

Menurut informasi yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, kedua remaja perempuan itu mencoba menyeberangi sungai bersama seorang teman.

“Arus menyeret mereka. Satu teman berhasil mencapai tepian, sementara Afril dan Febi hanyut,” ungkap Kepala Kantor SAR Medan Hery Marantika, Minggu (25/10).

Warga setempat langsung mencari, tetapi kedua remaja itu tidak kunjung ditemukan. Kepala Dusun Tungkusan, Warto, lalu menghubungi Kantor SAR Medan untuk meminta bantuan.

Hari itu juga, enam personel Tim Rescue bersama peralatan dikerahkan ke lokasi dan berkoordinasi dengan Polsek STM Hilir, BPBD Deli Serdang, dan pemerintah setempat.

Pencarian berlangsung tiga hari. Tim SAR Gabungan membagi unsur menjadi dua regu. Satu regu menyisir permukaan air dengan perahu dan alat pendeteksi bawah air hingga sekitar 1 kilometer ke arah hilir.

Regu lain menyisir daratan sepanjang jarak yang sama. Peralatan yang dipakai antara lain perahu rafting, drone thermal, dan peralatan water rescue.

Kabar akhirnya datang pada hari ketiga, Sabtu (24/10), sekitar pukul 03.00 WIB. Warga yang berprofesi sebagai penambang pasir melaporkan adanya temuan di sekitar aliran sungai.

Tim bergerak ke lokasi dan pada pukul 03.30 WIB menemukan Afril sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian. Pencarian dilanjutkan, dan pukul 05.55 WIB Febi ditemukan di tepi sungai sekitar tujuh kilometer ke arah utara timur laut dari lokasi kejadian.

Jarak itu menunjukkan betapa jauh arus membawa mereka dari tempat bermain yang tampak tenang. Kedua korban lalu segera dievakuasi dan diserahkan ke keluarga. Operasi SAR pun ditutup.

Hery mengingatkan agar warga memperhatikan kondisi arus dan kedalaman sungai serta tidak memaksakan diri menyeberang saat kondisi tidak aman.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para orangtua, agar mengawasi anak-anak saat bermain atau mandi di sungai dan tidak membiarkan mereka beraktivitas di perairan tanpa pendampingan orang dewasa,” pungkasnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *