Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 melambat ke kisaran 5,4 persen. Pemerintah menyiapkan stimulus baru, termasuk insentif kendaraan listrik.

SUMUTNOMICS.COM | Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 akan mengalami perlambatan dibandingkan kuartal sebelumnya. Meski demikian, pemerintah meyakini perlambatan tersebut masih berada dalam batas yang wajar dan prospek ekonomi nasional tetap positif hingga akhir tahun.
Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan mengumumkan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia periode April–Juni 2026 pada Rabu (5/8/2026).
Purbaya mengatakan, sejumlah proyeksi dari lembaga ekonomi menunjukkan pertumbuhan ekonomi kuartal II berada di bawah capaian kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen. Namun, ia memperkirakan angkanya masih berada di kisaran 5,4 persen.
“Ya kalau angka kita juga, kalau kita lihat prediksi semua empat lembaga kelihatannya di bawah 5,6 persen untuk triwulan kedua, tetapi mungkin enggak jauh dari 5,4 persen juga. Jadi, melambat tapi enggak parah-parah amat,” ujar Purbaya di Jakarta, Senin (3/8/2026).
Menurutnya, perlambatan tersebut dipengaruhi tekanan ekonomi global, mulai dari tingginya harga minyak mentah dunia, meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah, hingga derasnya arus keluar modal asing (capital outflow) dari pasar keuangan domestik.
Meski menghadapi berbagai tantangan eksternal, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi akan kembali menguat pada semester II 2026.
Purbaya bahkan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2026 masih berpotensi berada di kisaran 5,6 hingga 6 persen, didukung oleh penguatan sinergi kebijakan fiskal dan moneter.
Menurutnya, koordinasi kedua instrumen kebijakan tersebut akan terus diperkuat untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong penyaluran kredit ke sektor riil.
Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan sejumlah paket stimulus baru guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Salah satu kebijakan yang akan segera diumumkan adalah pemberian insentif bagi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB).
“Kita juga akan memberikan beberapa stimulus kepada perekonomian. Dalam waktu dekat kalau tidak salah akan diumumkan stimulus untuk mobil dan motor listrik. Nanti Bapak Presiden akan mengumumkan,” kata Purbaya.
Sementara itu, sejumlah lembaga riset memproyeksikan pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah. Center of Reform on Economics (Core) Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026 hanya berada di kisaran 4,8 hingga 4,9 persen.
Direktur Riset Bidang Makroekonomi, Kebijakan Fiskal, dan Moneter Core Indonesia, Akbar Susamto, menilai perlambatan dipicu meningkatnya biaya produksi akibat gejolak global, kebijakan moneter yang lebih ketat, serta ketidakpastian tata kelola fiskal.
Untuk keseluruhan tahun 2026, Core Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 4,9 hingga 5,1 persen.
Pemerintah berharap berbagai stimulus yang segera diluncurkan mampu memperkuat konsumsi masyarakat, meningkatkan investasi, serta menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.